Sabtu, 07 Desember 2013

LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT

Tinjauan 
Dengan pantai-pantai yang indah nan ajaib, Gunung Agung Rinjani dan kehidupan laut spektakuler yang menarik untuk dijelajah, pulau lombok di Nusa Tenggara Barat memiliki banyak destinasi wisata baik di darat maupun di laut. Tidak heran jika Lombok adalah destinasi terpopuler di Nusa Tenggara Barat.
Berkunjunglah ke sini untuk berselancar merasakan ombak besar di pesisir selatan. Tantang nyali Anda dengan mendaki puncak gunung vulkanik. Sewalah sepeda dan sepeda motor untuk berkeliling di sepanjang jalanan ladang padi. Dimana saja Anda ingin meghabiskan waktu, Anda tidak akan kecewa dengan kecantikan alam yang spektakuler di sini.
Resor terbesar di sini adalah Senggigi, kota pelabuhan yang berada di pesisir pelabuhan yang menyediakan pemandangan matahari tenggelam berwarna emas yang luar biasa di Bali. Pemandangan sunset yang luar bisa ini sangat tepat dinikmati dengan secangkir minuman yang tersedia di restoran depan laut.
Pengunjung lain di Lombok memilih untuk menghabiskan waktu mereka di pulauGili-gili, pulau tropis yang terpencil dengan pantai-pantai yang luar biasa indahnya dan lingkungan sekitar yang mewah.
Penduduk asli lombok adalah Sasak, Lombok juga rumah bagi umat Hindu Bali dan juga sejumlah orang Cina, Jawa, Bugis dan Arab.
Sejumlah orang Sasak menganut kepercayaan Islam Wektu Telu yang didefinisikann sebagai “Islam tiga waktu” merujuk pada  salat mereka yang 3 kali sehari dan berbeda dengan  umat Islam yang salat 5 kali sehari. Wektu Telu adalah agama yang unik yang menggabungkan tradisi dan kepercayaan Islam kuno, kepercayaan ini hanya ditemukan di Lombok Utara. Mereka yang menjalani keyakinan ini adalah penganut agama Islam tapi sekaligus menjalani ritual-ritual tradisional. Contohnya seperti upacara Nyiu yang diadakan setelah seratus hari seseorang meninggal. Keluarga orang yang meninggal mempersembahkan seperti pakaian, sikat gigi dan makanan sehingga orang yang sudah meninggal akan tenang dalam surga.

Festival Agama lainnya diperingati pada awal musim hujan (Oktober-Desember) atau musim panen (April-Mei) dengan selebrasi di desa-desa di seluruh pulau.
Budaya Sasak sangat penting untuk kekuatan dan keahlian fisik dan banyak adat lokal mereflesika kebudayaan ini. Peresehan adalah salah satu tradisi lokal yang menggabungkan pertarungan antara dua pria yang menggunakan rotan panjang dan perisai kecil berbentuk bujung sangkar dari kulit sapi.
Musik dan tarian sangat penting dalam budaya Sasak. Tarian tradisional ditarikan selama upacara-upacara penting. Tarian ini berasal dari tari perang, seperti Gendang Beleq (drum besar) sampai Cupak Gerantang yang populer yang menceritakan kisah cinta dan romansa.
Untuk Informasi lebih lanjut kunjungi:  www.visitlomboksumbawa.net

Akomodasi

Ada banyak pilihan akomodasi di Lombok dari mulai yang murah sampai dengan resor mewah. Umumnya hotel-hotel terletak di Senggigi.
Musim ramai wisatawan adalah bulan Juni-Agustus jadi jika Anda berencana untuk berkunjung ke Lombok, pastikan Anda memesan terlebih dahulu.

Untuk informasi lebih lanjut lihat 
cari hotel.

Berbelanja

Ingin membawa suvenir liburan ke rumah? Lombok sangat terkenal dengan mutiaranya, anyaman, keramik dan kain hasil anyaman seperti songket dan ikat.
Pilihlah beberapa hasil kerajinan tangan di toko-toko di Jl Raya Senggigi, Mataram. Kunjugi hasil tenunan di Rinjani atau manjakan diri Anda dengan berbelanja beberapa perabotan di Galeria Noa.
Jika Anda tertarik dengan kerajinan keramik, kunjungilah desa Banyumulek, pusat kerajinan keramik dekat Mataram. Disini Anda akan melihat pot-pot berukir indah dan juga termos air.

Belilah beberapa kain produksi lokal dan lihat kain tenun di tempatnya. Kain unik ini dapat dikenakan sebagai sarung, tirai dan taplak meja. Setiap disain memiliki keunikanya masing-masing dan diturunkan dari generasi ke generasi.
Bagi mereka yang menyukai perhiasan, Lombok terkenal dengan produksi mutiara terbaiknya. Festival Mutiara Lombok-Sumbawa tahunan adalah waktu yang tepat untuk berkunjung dan memilih beberapa mutiara yang indah.
Salah satu area yang terkenal untuk berbelanja barang-barang antik terletak di Jl Yos Sudarso dimana Anda akan melihat peti bambu tradisional sampai perhiasan dari tulang dan patung kayu.

Bertais adalah pasar harian terbesar di Lombok yang menjual buah-buahan dan sayuran segar sampai segala jenis bumbu dan artefak lokal.
Gem  Pearls
Jl. Raya Meninting 69, Senggigi, Lombok
Email: dewi_gempearls@yahoo.com
Telp : 0370 647300

Berkeliling

Bentuk transportasi di pulau ini berupa bus dan bemo(minibus kecil). Terminal bus utama adalah Mandalika terletak di Bertais.
Menyewa mobil atau sepeda motor adalah cara terbaik untuk menjelajah pulau ini. Anda dapat menyewa mobil dan sepeda morot di Senggigi. Hotel dan agen perjalanan menawarkan harga yang bersaing untuk penyewaan mobil dan sepeda motor.
Jika Anda sudah menyewa sepeda  motor di Bali, Anda bisa membawanya ke Lombok dengan mengunakan kapal ferry.
Untuk mendapatkan pengalaman lokal, nikmati perjalanan Anda dengan mengendarai cidomo atau andong. Jenis transportasi lokal ini munkin bukan cara tercepat untuk berkeliling tapi cara terbaik untuk menikmati pemandangan sekitar.
Grup taksi Bluebrid yang beroperasi di Lombok.

LOMBOK TAKSI & GOLDEN BIRD
Jl. Koperasi No. 102 Ampenan, Lombok Barat NTB.
Telp:+62(370)627000, 645000 
Fax:+62(370)623972
E-mail : lomboktaksi@mataram.wasantara.net.id

Transportasi

Perjalanan udara: ada banyak penerbangan harian antara Denpasar, Bali ke Lombok, Mataram. Bandara Selaparang Lombok terletak di bagian utara Mataram.

Penerbangan yang terbang ke Lombok:
Garuda
Lion Air
Merpati
Silk Air 
Batavia Air
Trans Nusa 

Penerbangan ke Lombok dari Jakarta dilayani oleh Garuda Indonesia, Merpati, Lion Air dan Batavia. Laion Air dan Batavia Air transit terlebih dahulu di Surabaya. Sedangkan dari Denpasar(Bali) ke Mataram(Lombok) Trans Nusa(Trigana Air), Transportasi Udara Indonesia dan Merpati bersama-sama mengoperasikan 8 penerbangan.

Penerbangan internasional dari Kuala Lumpur dilayani oleh Merpati yang mengambil rute: Kuala Lumpur-Surabaya-Mataram, sedangkan Silk Air terbang dari Singapura-Mataram tiga kali seminggu. Garuda juga memiliki penerbangan dari Kuala Lumpur ke Lombok. Bandara internasional baru mungkin akan dibuka di Lombok Tengah di akhir tahun 2010.

Perjalanan laut: kapal ferry berangkat dari Padang bai (Bali) dan Lembar (Lombok) dua kali sehari. Perjalanan memakan waktu selama 4 jam. Sepeda motor dan mobil dapat dibawa dengan ferry. Jika Anda cenderung mabuk laut berhati-hatilah karena perjalanan terkadang tidak mulus.

Kapal ferry berangkat dua kali sehari antara Labuhan Lombok dan Poto Tano di Sumbawa selama satu setengah jam.

Dengan kapal cepat: Blue Water Safari mengoperasikan kapal cepat dari Bali ke Lombok, kepulauan Gili dan Pulau Lebong.

Untuk informasi lebih lanjut untuk berkunjung ke Lombok tersedia di
Network Lombok. 

Kuliner

Beberapa tempat populer untuk berburu kuliner terletak di Senggigi. Di sini Anda bisa mendapatkan makanan dari mulai makanan Indonesia sampai masakan Barat.
Jika Anda tidak bermasalah dengan makanan pedas, cobalah beberapa makanan Lombok yang bercita rasa pedas. Ayam Taliwang adalah ayam bakar dengan sambal pedas dan dilengkap dengan sayuran.
Masakan Sasak seperti ikan air tawar dan sate juga sangat terkenal.

Kegiatan

Tantang nyali Anda dengan mendaki ketinggian gunung Rinjani. Di ketinggian lebih dari 3,700 meter di atas permukaan laut, pendakian gunung vulkanik megah ini akan memakan waktu setidaknya tiga hari dan tidak disarankan bagi penderita ganguan jantung. Begitu tiba di pucak keletihan Anda akan dibayar dengan pemandangan alam Indonesia yang luar biasa.

Rasakan pasir pantai di telapak kaki Anda dan berenang di air pantai Kuta yang berkilau di Selatan Lombok. Pasir putih dan pemandangan samudra yang spektakuler di sini menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata yang laur biasa. Kunjungi Kuta selama Nyale Fishing Festival tahunan, biasanya diadakan pada bulan Februari atau Maret dan nikmati perayaan dan prosesi berwarnanya.
Jelajahi teluk kecil tak berpenghuni dekat pantai utara Senggigi dimana Anda hanya ditemani oleh nelayan yang aneh.
Berjemur dan berselancar di pantai Batu Bolong yang indah. Pantai ini mengambil nama dari batu-batu besar dengan lobang di tengahnya. Pastikan Anda merasakansunset yang luar biasa indah ketika matahari mulai tenggelam di gunung Agung Bali dengan warna menyala yang luar biasa.
Pelajari tentang sejarah lokal dan kunjungi Istana Air Meruya di Mataram, ibu kota Lombok. Tempat ini dibangun pada 1744 dan dahulu merupakan tempat perang berdarah antara Belanda dan penduduk Bali pada akhir abad ke 19.
Rasakan ketenangan candi Lombok terbesar, Pura Meru, terletak dibelakang Taman Air. Candi yang berabad-abad ini didedikasikan pada Trimurti Hindu Brahma, Vhisnu, dan Shiva.

Kunjungi Pura Lingsar yang unik, candi kombinasi antara Bali Hindu dan keyakinan Wektu Telu dalam satu komplek.
Berkeliling dan berbelanja di pasar kota Surandi yang memukau. Ada beberapa tempat piknik yang indah untuk bersantai dan beristirahat.
Selami budaya Sasak dengan berkunjung ke desa Batu Kumbung, di timur laut Mataram. Di desa tradisional ini Anda akan menemukan para wanita mengayam kain tenun seperti yang dilakukan nenek moyang mereka berabad-abad lalu.

Uji keberuntungan Anda dengan berkunjung ke pacuan kuda di lapangan Salakalas. Perlombaan diadakan setiap hari minggu. Saksikan joki muda dalam kompetisi yang ketat sampai garis akhir dimana pemenang akan memberika senyuman kemenanganya. Perlombaan ini sangat penting jadi malam sebelum perlombaan, para penduduk desa akan memijat kuda mereka dan terkadang memainkan musik gamelan untuk menenangkan kuda-kuda.

PANTAI DREAMLAND, BALI

Tinjauan 
Pantai yang mempesona di Bali tak hanya Kuta atau Sanur. Satu lagi yang mulai dilirik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara adalah Pantai Dreamland. Ya, dari namanya pantai ini memang menyajikan segala impian tentang keindahan pantai. Mulai dari hamparan pasirnya yang putih, hingga ombaknya yang bergulung-gulung besar sangat cocok untuk olahraga selancar (surfing). Tak hanya itu, pantai ini juga terletak di balik bukit, sehingga pemandangan alam sejak pertama kali menyusuri bukit ini terhampar begitu indah. Kawasan eksotis ini juga cukup dekat dengan obyek wisata religi di Bukit Pecatu, yaitu Pura Luhur Uluwatu yang telah dibangun sejak abad ke-11 Masehi.
Keberadaan `Dreamland` sebetulnya menyimpan kisah kurang sedap di balik proses pembangunannya. Pada awalnya, kawasan pantai ini merupaan daerah miskin dengan pendapatan penduduknya dari bertani di lahan yang tandus. Kawasan Selatan Pulau Bali memang dikenal sebagai daerah perbukitan kapur yang tandus. Namun pada awal tahun 1990-an, dimulailah proyek pembangunan kawasan ini oleh PT Bali Pecatu Graha (BPG). PT BPG mulai memborong 900 hektar tanah untuk disulap menjadi resor mahal dengan nama `Resor Pecatu Indah`.
Sayangnya, proses pembebasan lahan ternyata tidak berjalan mulus. Sebagian besar tanah dibebaskan dengan harga yang sangat murah, bahkan tak sedikit yang belum dibayar. Pada bulan Juni 1996, penduduk Desa Pecatu mulai menuntut haknya ke DPRD Bali, dan pada  Januari 1997 kepada anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Denpasar. Tapi tuntutan mereka tak mendapat hasil, sementara proyek BPG berjalan mulus. Kendati merasa terpaksa atas pembebasan lahan mereka, akhirnya warga Pecatu berharap proyek BPG kelak dapat menjamin masa depan mereka. Tentu tidak lagi sebagai petani miskin, melainkan menjadi bagian dalam bisnis jasa pariwisata. Itulah mengapa kawasan ini dinamai `Dreamland`, tanah impian.
Pada krisis ekonomi yang berujung pada Reformasi pada tahun 1998, membuat perjalanan proyek BPG berjalan tersendat. Hingga pada akhirnya berbagai fasilitas dan sarana yang telah berhasil dibangun akhirnya dikelola oleh warga. Dengan daya tarik pantai yang tak kalah dengan Pantai Kuta, obyek wisata pantai di Desa Pecatu ini mampu menjadi salah satu ladang penghasilan bagi warganya.
Lokasi pantai Dreamland memang cukup unik. Wisatawan yang mengunjungi pantai ini akan berdecak kagum saat turun dari kendaraan dan berjalan menuju puncak tebing terjal di kawasan Desa Pecatu. Hamparan pasir putih yang membentang dilengkapi tempat duduk dengan payung-payung pantai, gulungan ombak yang cukup besar, serta para peselancar yang sedang asik menerjang ombak menjadi `menu pembuka` yang enak untuk dilihat. Tak heran jika pantai ini juga dijuluki New Kuta Dreamland, karena daya tariknya dianggap menyamai pantai paling terkenal di Pulau Bali tersebut.
Dari tebing tinggi ini, wisatawan dapat menuruni anak-anak tangga menuju Pantai Dreamland. Berbeda dengan Pantai Kuta atau Sanur, kawasan Dreamland relatif lebih sepi, sehingga cukup nyaman untuk menikmati suasana alam yang ada. Anda tak usah khawatir akan dikejar-kejar pedagang cenderamata atau tukang pijat seperti di pantai-pantai lainnya di Bali. Di tepi pantai Anda dapat menyewa kursi yang dilengkapi payung pantai. Harganya sekitar Rp50.000,00 untuk setiap kursi (Mei 2009). Mungkin harga tersebut cukup mahal, namun tentu akan sebanding dengan kenikmatan berjemur sambil menikmati es kelapa muda atau menyaksikan para peselancar menjajal kemampuannya.
Di atas hamparan pasir putih, wisatawan dapat berjalan-jalan, bermain pasir, bermain voli pantai, atau mengadakan berbagai gameseru bersama teman atau keluarga. Tebing-tebing karang di tepi pantai ini menyajikan pemandangan ceruk-ceruk karang yang menakjubkan. Lokasinya yang berada di bawah tebing karang juga menjadi tempat yang cukup tepat untuk menyaksikan matahari tenggeam (sunset). Pada musim hujan, tebing-tebing terjal ini akan dipenuhi oleh rumput dan semak belukar, sehingga nampak seperti hamparan padang savana.
Apabila ingin berenang, Anda dapat langsung menceburkan diri ke laut. Kawasan pantai ini masih asri dengan air yang sangat jernih. Namun, wisatawan yang tidak bisa berenang disarankan untuk tidak bermain air, sebab ombak di pantai ini terkenal cukup besar sehingga dapat menyeret wisatawan ke tengah Laut. Gulungan ombak besar di Pantai Dreamland saat ini menjadi salah satu surga bagi para peselancar domestik maupun mancanegara.
Pantai Dreamland berada di ujung Selatan Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Indonesia.
Kawasan Pantai Dreamland berdekatan dengan salah satu Pura Sad Kahyangan (pura penyangga poros mata angin di Bali), yaitu Pura Luhur Uluwatu. Untuk sampai di Pantai Dreamland, dari Pantai Kuta, wisatawan dapat menuju Desa Pecatu melalui Jimbaran, dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Dari Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, dapat ditempuh dengan perjalanan sekitar 20 menit. Sementara dari Bandara Ngurah Rai, Bali atau dari Kota Denpasar, dibutuhkan + 45 menit untuk sampai di Pantai Dreamland. Apabila wisatawan tidak menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan dapat memanfaatkan jasa agen wisata atau agen perjalanan, bus pariwisata, taksi, atau persewaan mobil dan motor.
Di kawasan Pantai Dreamland terdapat kafe serta pedagang makanan dan minuman ringan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan. Bagi wisatawan yang tidak membawa pakaian renang, bisa membeli pakaian renang yang dijual di sekitar pantai. Di Pantai ini juga telah tersedia fasilitas kamar mandi atau kamar bilas, dengan harga sewa Rp5.000,00 untuk buang air kecil dan Rp10.000,00 untuk buang air besar (Mei 2009).

Jika ingin menginap, terdapat puluhan resor atau vila dengan harga yang cukup bervariasi. Beberapa resor bahkan dibangun di atas tebing sehingga wisatawan yang menginap dapat menikmati keindahan Pantai Dreamland dari atas tebing. Vila-vila dengan tarif yang cukup mahal (sekitar 262-850 USD per hari) menyediakan kolam renang privat untuk wisatawan yang menginap di vila tersebut.

UBUD MONKEY FOREST, BALI

Tinjauan

Ubud Monkey Forest  adalah cagar alam dan komplek candi di Ubud, Bali. Taman ini merupakan rumah bagi sekitar 340 ekor monyet yang dikenal sebagai Kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Ada empat kelompok monyet dan masing-masing berada wilayah yang berbeda di dalam taman ini.  Ubud Monkey Forest yang suci merupakan daya tarik wisata yang populer di Ubud, dan sering dikunjungi oleh lebih dari 10.000 wisatawan perbulannya.
Ubud Monkey Forest dimiliki oleh warga desa Padangtegal dan yayasan Wenara Wana Padangtegal sebagai pengelola Ubud Monkey Forest yang juga bekerja untuk menjaga kesucian taman ini dan mempromosikan situs suci ini sebagai tujuan wisata bagi para wisatawan.

Akomodasi

Berbagai penginapan tersedia di Ubud, dari yang sederhana sampai dengan vila pribadi.
Pilihan terbaik untuk kenyamanan dan pelayanan di jalan Monkey Forest antara lain: Komaneka Resort dan KajaNe Mua Villa,  Maya Ubud Resort & Spa dan Four Seasons Bali yang sedikit jauh (di Sayan, Ubud).

Tips

Ketika Anda berada di Monkey Forest Sanctuary, tetaplah berada di jalan, jangan sampai bepergian karena suatu alasan: karena mungkin monyet-monyet disini merasa bahwa Anda mencoba untuk menyerang rumah mereka.
Perlakukan monyet dengan sopan. Jangan memberi mereka makan kecuali Anda ditemani oleh pemandu yang mengawasi Anda. Dan ingat juga bahwa mereka makhluk yang ingin tahu, Jadi jaga barang bawaan Anda. Jika mereka "meminjam" salah satu item Anda, mintalah bantuan pemandu untuk memintanya kembali.

Berbelanja

Toko-toko di Ubud Monkey Forest menawarkan berbagai macam perhiasan, keranjang, ukiran kayu, tekstil tenun ikat, lukisan dan perhiasan perak.

Berkeliling

Berjalan di sekitar Ubud adalah sebuah pengalaman sendiri yang unik. Ada sebuah cerita terkenal yang diceritakan oleh Janet DeNeefe, inisiator dari Ubud Readers & Writers Festival, bahwa suatu ketika seorang pembicara dalam festival itu memutuskan untuk pergi keluar untuk berjalan-jalan di Ubud sebelum acara, namun dia begitu terpesona oleh pemandangannya yang indah dan akhirnya ia lupa datang ke talkshownya.

Anda juga bisa menyewa sepeda atau sepeda motor. Banyak pengunjung memilih sepeda karena lebih ramah lingkungan. Namun, karena Ubud yang terletak di daerah pegunungan, jalannya cenderung curam. Jika Anda tidak ingin bersusah payang mengayuh sepeda, sepeda motor adalah pilihan yang lebih logis.

Mobil biasanya hanya digunakan ketika Anda ingin pergi ke luar Ubud.

Transportasi

Ubud dapat ditempuh sekitar satu jam dari bandara dengan kendaraan. Taksi juga tersedia di bandara. Setiap agen perjalanan di Denpasar juga siap menjemput Anda di bandara. Jika Anda tinggal di hotel, pihak hotel tempat Anda menginap biasanya menyediakan layanan antar-jemput dengan biaya yang masuk akal.
Jalan Monkey Forest  merupakan jalan utama ke Ubud, sehingga Anda tidak akan melewatkannya. Toko-toko dan restoran berbaris di jalan-jalan, sehingga Anda mungkin juga bisa berhenti untuk melihat-lihat.

Kuliner

Jalan Monkey Forest menyediakan banyak pilihan restoran, dari masakan barat hingga hidangan khas Bali. Ingatlah untuk mengunjungi Bebek Bengil sekitar 500 meter dari jalan Monkey Forest. Restoran ini merupakan restoran yang paling populer di Jalan Hanoman (Tlp: +62 36 197 5489), dikenal dengan hidangan spesialnya yaitu bebek goreng dan panggang, coba juga tulang iga yang lezat.

Kegiatan


Berjalan-jalan dan menikmati suasana tenang di sekitar taman. Hutan ini terdiri dari kira-kira sepersepuluh dari satu kilometer persegi (sekitar 27 hektar) lahan dan memiliki sedikitnya 115 jenis pohon. Di dalam Ubud Monkey Forest  terdapat Pura Dalem Agung Padangtegal  serta Pura Madia Mandala, di mana terdapat sebuah kolam suci dan candi lainnya yang digunakan untuk upacara kremasi.

TAMAN NASIONAL WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA

Tinjauan 
Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki salah satu surga bawah laut paling indah di dunia? Surga bawah laut tersebut dikenal dengan Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota Wakatobi adalah Wangi-Wangi. Kabupaten Wakatobi terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Jadi, Wakatobi adalah singkatan nama dari keempat pulau utama tersebut. Sebelum 18 Desember 2003, kepulauan ini disebut Kepulauan Tukang Besi dan masih merupakan bagian dari Kabupaten Buton. Secara astronomis, Kabupaten Wakatobi berada di selatan garis khatulistiwa dan seperti daerah lain di Indonesia, Wakatobi memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Taman Nasional Wakatobi yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan total area 1,39 juta hektar, menyangkut keanekaragaman hayati laut dan karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia.
“Wakatobi merupakan tempat menyelam paling indah di dunia.“ - Jacques Costeau (Seorang jurnalis selam dunia).
Keindahan dan kekayaan kawasan Taman Nasional Wakatobi sebenarnya sudah terkenal di mancanegara, terutama setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995 yang menyebutkan bahwa kawasan di Sulawesi Tenggara ini sangat kaya akan spesies koral. Di sana, terdapat 750 dari total 850 spesies koral yang ada di dunia. Konfigurasi kedalamannya bervariasi mulai dari datar sampai melandai ke laut dan di beberapa daerah perairan terdapat yang bertubir curam. Bagian terdalam perairannya mencapai 1.044 meter.
Pariwisata bahari adalah aktivitas wisata yang sudah lama dikenal dan merupakan pariwisata andalan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi. Kekayaan biota laut ini tidak lain karena hamparan terumbu karang yang sangat luas di sepanjang perairan dengan topografi bawah laut yang berwarna-warni seperti bentuk slopflatdrop-offatoll dan underwater cave.
Lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili diantaranya Acropora formosa, A. Hyacinthus, Psammocora profundasaflaPavona cactusLeptoseris yabei, Fungia molucensisLobophyllia robustaMerulina ampliataPlatygyra versiforaEuphyllia glabrescensTubastraea frondesStylophora pistillata, Sarcophyton throchelliophorum, dan Sinularia spp yang tinggal harmonis bersama penghuni bawah laut lainnya.
Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan diantaranya (Cephalopholus argus), takhasang (Naso unicornis), pogo-pogo (Balistoides viridescens), napoleon (Cheilinus undulatus), ikan merah (Lutjanus biguttatus), baronang (Siganus guttatus), Amphiprion melanopus, Chaetodon specullum, Chelmon rostratus, Heniochus acuminatus, Lutjanus monostigma, Caesio caerularea, dan lain-lain.
Taman Nasional Wakatobi juga menjadi tempat beberapa jenis burung laut seperti Angsa-Batu Coklat (Sula leucogaster plotus), Cerek Melayu (Charadrius peronii) dan Raja Udang Erasia (Alcedo atthis) bersarang. Beberapa jenis penyu juga menjadikan taman ini sebagai rumah mereka seperti penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu tempayan (Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea).
Perairan Wakatobi memiliki tamu setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya, tamu itu tidak lain dan tidak bukan adalah ikan paus sperma (Physeter macrocephalus). Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Tidak hanya itu Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari Manta (Manta ray) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari Manta merupakan salah satu jenis ikan yang khas dan unik, yang hanya terdapat di perairan tropis.
Keberadaan 25 buah gugusan terumbu karang dan kedalaman yang ideal menjadikan perairan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi tempat yang ideal bagi berbagai jenis biota laut untuk tinggal, menjadikan penghuni laut di sini memiliki nilai estetika dan konservasi yang tinggi.
Secara spesifik Taman Nasional Kepulauan Wakatobi dikeliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km serta obyek wisata pantai yang sangat potensial untuk dikelola, tersebar di seluruh wilayah Wakatobi. Jadi bukan tanpa alasan jika kawasan pantai di Wakatobi sangat cocok untuk wisata seperti diving, snorkeling, berenang dan memancing.

Akomodasi

Berikut beberapa penginapan yang bisa Anda pilih :
Hotel Wakatobi
Alamat: Jln. Ahmad Yani Kab. Wakatobi, Wangi-Wangi
Tlp: (0404) 21823

Hotel Al Aziziyah  
Jln. Poros Liya Kab. Wakatobi, Wangi-Wangi

Hotel Lina
Jln.Wolter Monginsidi Kab. Wakatobi, Wangi-Wangi

Hotel Setiana
Jln.Endapo Kab. Wakatobi, Wangi-Wangi Indonesia

Penginapan Nita Sari    
Jl.Kemakmuran No. 34, Kompleks Pasar Pagi Kel. Pongo, Wangi-Wangi
Tlp: 0404-21636
Di Pulau Hoga dengan pantai pasir putih dan panoramanya yang indah menawarkan tempat yang dapat menampung hingga ratusan tamu. Di sini terdapat beberapa hotel dan penginapan bagi Anda untuk menghabiskan waktu di Wanci di Pulau Wangi-Wangi.

Tips

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Taman Nasional Wakatobi adalah dari bulan April sampai dengan bulan Juni dan Oktober sampai dengan bulan Desember setiap tahunnya.
Untuk informasi lengkap mengenai Taman Nasional Wakatobi silakan hubungi:
Wakatobi Tourism Authority
Alamat:
Jl.Kompleks Perkantoran,Wangi-Wangi Selatan,Wakatobi,Sulawesi Tenggara
Tlp: +62-85241586505
Untuk kenyamanan kunjungan Anda di Taman Nasional Wakatobi, Anda bisa menggunakan agen perjalanan: 
Patapulo Tour and Travel
Jl. A.P. Pettarani Ruko Bussines Centre
Block B1-2 Makasar
Tlp :62-411-442021, 440409,
Fax :62-411-440372

Transportasi

Anda bisa menggunakan pesawat dari Jakarta menuju Wakatobi dengan tujuan Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara, kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal langsung ke Wanci di Pulau Wangi-Wangi. Wanci merupakan pintu gerbang pertama memasuki kawasan Taman Nasional Wakatobi. Kapal reguler menuju Pulau Wangi-Wangi berangkat tiap pagi pukul 10 dan akan tiba di tujuan sekitar 10 sampai 12 jam kemudian. Dari Wangi-Wangi, perjalanan ke pulau-pulau lain bisa ditempuh dengan perahu-perahu sewaan atau perahu reguler yang sederhana, tetapi cukup aman.

Kuliner

Anda bisa mendapatkan makanan dan minuman jika Anda menginap di Wakatobi Dive Resort dan di hotel-hotel tempat Anda menginap. Menu makanan yang ditawarkan umumnya adalah olahan laut seperti udang, ikan dan cumi dalam keadaan yang masih sangat segar. Makanan khas Wakatobi yang layak untuk dicicipi antara lain: Paria (sayur paria yang diisi dengan ikan), Tombole (tepung ubi kayu di campur dengan kelapa parut di bungkus daun pisang lalu di bakar dengan batu yang panas), Kasouami (terbuat dari singkong), Barongko (berbahan dasar pisang yang di kukus dengan  daun pisang).
Anda juga bisa menemukan restoran di Wangi-Wangi, berikut ini beberapa restoran yang bisa Anda kunjungi:
Rumah Makan Ceria
Losmen Babo, Kompleks Perkampungan  Mola
Tlp : 085696130740

Rumah Makan Sederhana Sentral
Jl. Poros Liya, Kompleks Pasar Sentral
Tlp : 081245639159

Rumah Makan Senang
Jl. Poros Liya, Kompleks Pasar Sentral
Tlp : 081245638442

Restaurant Wisata
Jl. Ahmad Yani
Tlp: (0404) 21175

Rumah Makan Wakatobi
Jl. Ahmad Yani
Tlp: (0404) 21868

Rumah Makan Pelangi
Jl. Ahmad Yani
Tlp: 085241971081

Rumah Makan Sederhana
Jl. Inpres Mandati II
Tlp: 081524813524

Kegiatan

Taman Nasional Kepulauan Wakatobi merupakan keindahan alam perairan yang sangat menakjubkan. Keindahan darat dan bawah lautnya akan memuaskan mata, menyegarkan hati dan pikiran Anda serta menambah pengalaman Anda mengenai kehidupan bawah laut. Beberapa kegiatan yang pasti bisa Anda lakukan di sini mulai dari menyelam, snorkeling dan berenang untuk melihat gugusan terumbu karang yang indah dan berbagai biota laut.
Anda juga bisa mengunjungi perkampungan masyarakat adat yang tinggal di sekitar Taman Nasional ini. Suku yang tinggal di sekitar taman ini dikenal dengan suku Bajau. Menurut catatan penjelajah Cina dan Eropa kuno, mengatakan bahwa manusia perahu adalah manusia yang mampu mengeksplorasi Johor, Singapura, Sulawesi dan Kepulauan Sulu. Dari keseluruhan manusia perahu di Asia Tenggara yang masih memiliki kebudayaan perahu tradisional adalah suku Bajau. Menyelami kehidupan sehari-hari mereka yang menarik dan unik, terutama keahlian menyelam ke dasar laut tanpa peralatan untuk menombak ikan.

Pulau Hoga (Resort Kaledupa), Pulau Binongko (Resort Binongko) dan Resort Tamia merupakan lokasi tempat menarik untuk dikunjungi, terutama untuk menyelam, snorkeling, wisata bahari, berenang, berkemah dan budaya.

BENTENG KERATON BUTON, SULAWESI TENGGARA

Tinjauan 
Belum banyak masyarakat Indonesia mengetahui bahwa Benteng Keraton Buton merupakan benteng terluas dan terunik di dunia. Terletak di kota Baubau Sulawesi Tenggara. Benteng ini mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guiness Book Record pada September 2006 sebagai benteng terluas di dunia yaitu 23,375 hektar. Keberadaan benteng tersebut dahulunya membawa pengaruh besar bagi keberadaan Kerajaan Islam Buton sehingga mampu bertahan selama kurang lebih 4 abad.

Benteng Keraton Buton yang aslinya disebut Keraton Wolio ini berbentuk huruf dhaldalam alpabet Arab yang diambil dari huruf terakhir nama Nabi Muhammad saw. Panjang keliling benteng tersebut 3 kilometer dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar atau ketebalan 2 meter. Panjang keliling benteng adalah 2.740 meter yang mengintari perkampungan adat asli Buton dengan rumah-rumah tua yang tetap terpelihara hingga saat ini. Jadi di sini Anda juga dapat menikmati budaya masyarakatnya yang masih menerapkan adat istiadat asli dikemas dalam beragam tampilan seni budaya dan kerap ditampilkan pada upacara upacara adat.

Benteng Keraton Buton merupakan peninggalan Kesultanan Buton yang dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin (1591-1596). Benteng ini awalnya hanya dibangun dalam bentuk tumpukan batu yang disusun mengelilingi komplek istana kemudian sekaligus sebagai pagar pembatas antara komplek istana dengan perkampungan masyarakat sekitarnya. Pada masa pemerintahan Sultan Buton IV yang bernama La Elangi atau Sultan Dayanu Ikhsanuddin, benteng tersebut dijadikan bangunan permanen. 

Benteng Keraton Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur gunung. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut Lawa dan 16 emplasemen meriam yang mereka sebut Baluara. Karena letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. 

Benteng Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, merupakan bangunan terunik di antara benteng yang ada di seluruh dunia. Konstruksi benteng setinggi 1,5 meter hingga 2 meter tersebut tersusun dari batu-batu gunung dengan menggunakan perekat berupa adonan kapur dicampur cairan putih telur. Di seluruh dunia, tidak ada benteng dengan konstruksi bangunan seperti itu. Pada umumnya, benteng dibangun menggunakan perekat berupa pasir dicampur semen. 

Di dalam benteng terdapat bangunan masjid  yang juga konstruksi bangunannya sama seperti bangunan benteng. Di depan masjid, terdapat tiang bendera yang tingginya 33 meter. Uniknya, tiang bendera yang sudah berusia kurang lebih 400 tahun dan tidak lapuk oleh hujan dan tidak lekang oleh teriknya matahari. Tiang bendera yang saat ini masih berdiri kokoh di depan Masjid Keraton Buton tersebut berbahan kayu yang berasal dari Patani, Thailand dan dibawa para saudagar yang menjadi mitra Sultan Buton. 

Keunikan lain dari Benteng Keraton Buton adalah pintu masuk benteng terdiri atas 12 pintu. Oleh masyarakat Buton, pintu sebanyak itu diidentikan dengan jumlah lubang dalam tubuh manusia yaitu dua lubang mata, dua lubang hidung, dua lubang telinga, satu lubang anus, satu lubang mulut, satu lubang kecing, satu saluran sperma, satu lubang pusat, dan satu lobang keringat atau pori-pori. Lubang keluarnya sperma pada tubuh manusia, dianalogikan dengan pintu rahasia kerajaan, yakni pintu tempat keluarnya keluarga kerajaan apabila ada bahaya yang mengancam kerajaan.

Akomodasi

Ada banyak penginapan dapat Anda temukan di kota Baubau dan menyesuaikannya pada kebutuhan Anda. Berikut ini beberapa referensinya.

Hotel Liliana
Jalan R.A. Kartini No. 18, 
Bau-Bau, Buton - Sulawesi Tenggara
Telp        : (402) 21197

Hotel Debora
Jl. R.A. Kartini No. 15 
Bau-Bau, Buton - Sulawesi Tenggara
Telp        : (0402) 21203

Hotel Mira Bau Bau Sulawesi Tenggara
Jalan Mawar 7 Bau Bau, Buton - Sulawesi Tenggara

Berbelanja

Cobalah berkunjung ke showroom Dewan Kerajinan Nasional Sultra di depan lorong Transito atau ke toko Souvenir Bravo di depan Hotel Imperial Wua-Wua. Di sini Anda dapat menemukan tenunan khas Buton dan kerajinan perak. Ada sekitar 100 jenis kain tenunan khas Buton yang tercipta dari tangan-tangan terampil masyarakat Buton dapat Anda jadikan oleh-oleh.

Selain itu di tempat tersebut Anda akan melihat keterampilan prosesnya yang cukup rumit, tak heran jika harga tenunan tradisional per-meternya bisa mencapai ratusan ribu. Untuk kerajinan dari perak bentuknya adalah perhiasan seperti cincin, kalung, bros, dan lain-lain. Untuk pesanan khusus mereka bisa menyelesaikannya selama sekitar 4 hari dengan harga Rp 17.000,00/gram.

Ada juga anyaman hagel dalam bentuk tas, topi, dan beragam bentuk lainnya. Selain anyaman dari tali hagel, ada juga kerajinan khas yang disebut anyaman nentu yang berasal dari Pulau Muna. Nentu ini bisa dijadikan topi, tas, tudung saji, tempat buah, dan lain-lain. Beberapa barang alternatif lain adalah madu kolaka, mutiara buton, bagea kendari, mente dari lombe, dan masih banyak lagi.

Transportasi

Mulailah perjalanan Anda dari Kota Kendari yang dicapai dengan pesawat selama 1 jam atau kapal laut sekitar 4 jam. Kemudian lanjutkan perjalanan menuju Kelurahan Melai di Kecamatan Betoambari di Kota Baubau.

Kuliner

Di Kota Bau-Bau ada banyak tempat untuk memenuhi selera makan Anda. Terdapat sekitar 50-an jenis warung makan yang bisa disebut berkelas dan letaknya antara satu dengan yang lainnya tidak berjauhan. 

Aneka kuliner tradisonal di Pujaserata Betoambari
Kawasan Pujaserata atau Pusat jajanan serba ada dan tradisonal Betoambari terletak di kompleks Alun-alun Betoambari. Awalnya tempat ini merupakan stadion olah raga tetapi kemudian diubah menjadi ruang umum terbuka. Di sini Anda akan mendapatkan pusat jajanan yang higienis dengan harga yang terjangkau. Semua jajanan di sini terbingkai dalam etalase kaca. Mengapa tidak beranikan juga diri Anda untuk meminta resep kuliner atau kudapan di sini selain tentunya oleh-oleh untuk dibawa pulang. Beragam aneka kudapan dari makanan hingga kue-kue tradisonal tersedia. Salah satunya kasuami dan tuli-tuli yang terbuat dari ubi singkong. Ada juga beragam sayuran, ikan-ikanan siap untuk Anda santap. Mirip seperti pusat jajanan di kawasan Senen Jakarta tetapi lebih nyaman dengan panorama terbuka, cocok untuk santap malam bersama keluarga.

Kuliner di Pantai Kamali
Pantai Kamali merupakan kawasan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di sini Anda bisa menikmati jajanan khas sepanjang pantai. Seperti pantai Losari di Makassar maka di Kamali Anda juga akan dapatkan pantainya yang sangat bersih dan menikmati suasana pecinan.

Makanan modern akan Anda dapatkan di Lakeba Resort. Sebuah restoran dengan panorama teluk Baubau. Andapun dapat memancing di sini. Resort Lakeba terletaknya 7 km dari pusat kota Bau-Bau. Ada juga Restoran Silvana dengan menu khas ayam goreng-nya dan parende yaitu ikan berkuah. 

Anda perlu juga mencicipi kabuto yaitu makanan khas masyarakat Buton yang berbahan dasar adalah ubi kayu yang telah dikeringkan dan dibiarkan berjamur. Semakin lama disimpan dalam keadaan kering maka akan makin enak rasa dan aromanya. Cobalah dicampur kelapa parut dan ditambah menu ikan asin goreng sebagai lauknya maka benar-benar memanjakan lidah Anda. Menu khas ini dapat Anda jumpai di desa-desa nelayan pesisir pantai Sulawesi Tenggara.

Kegiatan


Dari tepi benteng yang sampai saat ini masih berdiri kokoh Anda dapat menikmati pemandangan kota Bau-Bau dan mengamati hilir mudiknya kapal di selat Buton dengan jelas dari ketinggian. Pemandangan dari ketinggian memungkinkan Anda menikmati pemandangan yang menyejukan.

Di dalam kawasan benteng dapat Anda dijumpai berbagai peninggalan sejarah Kesultanan Buton. Seperti bdili atau meriam yang terbuat dari besi tua berukuran 2 sampai 3 depa. Meriam ini bekas persenjataan Kesultanan Buton peninggalan Portugis dan Belanda yang dapat ditemui hampir pada seluruh benteng di Kota Bau-Bau.

Ada juga lawa (pintu gerbang) berfungsi sebagai penghubung keraton dengan perkampungan yang ada di sekeliling benteng keraton. Terdapat 12 lawa pada benteng keraton dimana oleh masyarakat setempat dipersepsikan sebagai jumlah lubang pada tubuh manusia. 12 lawa tersebut memiliki nama sesuai dengan gelar orang yang mengawasinya, penyebutan lawa dirangkai dengan namanya. Kata lawa diimbuhi akhiran 'na' menjadi 'lawana'. Akhiran 'na' dalam bahasa Buton berfungsi sebagai pengganti kata milik "nya". 12 Nama lawa tersebut adalahlawana rakia, lawana lanto, lawana labunta, lawana kampebuni, lawana waborobo, lawana dete, lawana kalau, lawana wajo (bariya), lawana burukene (tanailandu), lawana melai (baau), lawana lantongau dan lawana gundu-gundu.

Satu lagi jangan Anda lewatkan melihat baluara. Baluara dibangun sebelum benteng keraton didirikan pada tahun 1613 pada masa pemerintahan La Elangi atau Dayanu Ikhsanuddin sebgai sultan Buton ke-4. Dibangun bersamaan dengan pembangunan 'godo' (gudang). Dari 16 baluara dua diantaranya memiliki godo yang terletak di atas baluara tersebut. Masing-masing berfungsi sebagai tempat penyimpanan peluru dan mesiu. Setiap baluara memiliki bentuk yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi lahan dan tempatnya. Nama-nama baluara dinamai sesuai dengan nama kampung tempat baluara tersebut berada sejak masa Kesultanan Buton. 16 Nama Baluara tersebut adalah baluarana gama, baluarana litao, baluarana barangkatopa, baluarana wandailolo, baluarana baluwu, baluarana dete, baluarana kalau, baluarana godona oba, baluarana wajo/bariya, baluarana tanailandu, baluarana melai/baau, baluarana godona batu, baluarana lantongau, baluarana gundu-gundu, baluarana siompu dan baluarana rakia.

Perkampungan Adat Buton
Perkampungan adat asli Buton dengan rumah-rumah tua di kawasan benteng tetap terpelihara hingga saat ini. Budaya asli tersebut dikemas dalam beragam keunikan seni budaya yang sering ditampilkan dalam upacara adat. Masyarakat Buton memiliki ratusan jenis bahasa dengan dialek tersendiri tersebar di 72 wilayah yang persatukan dalam  Bahasa Wolio. Kehidupan masyarakatnya dapat Anda turut rasakan penuh kedamaian dan persaudaraan.

Di dalam kawasan benteng keraton terdapat aktivitas masyarakat yang tetap melakukan berbagai macam ritual layaknya yang terjadi pada masa kesultanan berabad abad lalu. Penduduk di sekitarnya tersebut merupakan pewaris keturunan dari keluarga bangsawan Keraton Buton masa lalu. 

Berburu Koin
Berebut mata uang (koin) menjadi salah satu daya tarik wisata di Buton. Anda akan menyaksikan demonstrasi penyelaman koin atau terkadang barang apa saja yang dilempar ke air lalu diburu oleh anak-anak setempat umumnya di bawah 10 tahun. Anak-anak tersebut memperebutkan koin di kolam pelabuhan Murhum Baubau dan sering disaksikan masyarakat Buton sendiri. 

Jadi siapkan uang recehan Anda secukupnya. Sebab di kolam pelabuhan Murhum Baubau, Anda pasti diminta melemparkan koin oleh kawanan anak-anak yang sedang bermain-main di perairan kolam pelabuhan tersebut. Mereka berpakaian setengah telanjang, bahkan ada yang tak berbusana sama sekali. Anak-anak kecil ini akan menunjukan kemahiran menyelam memburu koin yang terbenam di air. Koin-koin kecil tersebut tidak akan lolos dari pengamatan mereka, lalu setiap kali mendapatkannya maka mereka perlihatkan penuh kegirangan kepada para penumpang sementara kapal melaju meninggalkan Pelabuhan Murhum Baubau.

Permainan memperebutkan koin ini hanya bisa dilihat di perairan Desa Baruta, Kabupaten Buton. Pemandangan ini muncul 1 jam setelah pelayaran dari Baubau menunju Raha, ibu kota Kabupaten Muna, atau sebaliknya menjelang satu jam sebelum kapal yang ditumpangi merapat di dermaga pelabuhan Murhum Baubau atau disaksikan di kolam pelabuhan Baubau. Atraksi anak-anak ini juga dapat disaksikan setiap penyelenggaraan Festival Keraton Buton (Buton Palace Festival) yang digelar secara rutin setiap tanggal 12-13 September.

Batu Popaua dan Masjid Agung Keraton Buton
Batu Wolio adalah batu berwarna gelap dimana di batu inilah masyarakat setempat mengangkat seorang putri cantik bernama Wakaa-Kaa yang kemudian dijadikan ratu. Pelantikannya dilakukan di atas batu popaua. Batu ini berada sekitar 200 meter dari batu Wolio. Permukaan batu popaua hampir rata dengan tanah, namun mempunyai lekukan berukuran hampir sama dengan telapak kaki manusia. Di lekukan itulah putri Wakaa-kaa menginjakkan kaki kanannya sambil mengucapkan sumpah jabatan sebagai ratu di bawah payung yang diputar sebanyak tujuh kali. Karena itu batu tersebut disebut batu popaua (batu tempat diputarkan payung raja). Tradisi pelantikan ratu atau raja di atas batu tersebut berjalan hingga di zaman kesultanan, bentuk pemerintahan kerajaan Buton setelah masuknya Islam.

Batu popaua terletak di bukit kecil tempat berdirinya Masjid Agung Keraton Buton. Masjid ini dibangun tahun 1712 di masa pemerintahan Sultan Buton XIX bernama Lang Kariri dengan gelar Sultan Sakiuddin Darul Alam. Masjid ini berukuran 21 x 22 meter itu memiliki tiang bendera di sisi sebelah timur. Di tiang ini juga digunakan sebagai tempat pelaksanaan hukuman gantung menurut hukum Islam.

Di belakang mimbar masjid terdapat pintu gua yang disebut “pusena tanah”. Dipercaya masyarakat setempat dari dalam gua itu keluar suara azan pada suatu hari Jumat yang kemudian menjadi latar belakang pendirian masjid di tempat tersebut. Masjid ini pernah direhabilitasi tahun 1930-an, pintu gua tadi ditutup dengan semen sehingga ukurannya lebih kecil menjadi sebesar bola kaki. Lubangnya diberi penutup dari papan yang bisa dibuka oleh siapa yang ingin melihat pintu gua itu.

Kamali Badia itu sendiri tidak lebih dari rumah konstruksi kayu khas Buton sebagaimana rumah anjungan Sultra di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Di salah sebuah kamar Kamali Badia, masih di kompleks keraton, terdapat meriam bermoncong naga. Meriam bersimbol naga tersebut masih memiliki peluru dan bisa diledakkan.

Kamali Baubau
Di kota Bau Bau ada istana yang dahulunya cukup megah meski sekarang tidak terawat lagi. Istana tersebut dibangun tahun 1922 dengan bantuan Belanda sehingga para sultan tak mau berdiam di dalamnya. Di awal kemerdekaan sempat menjadi sekolah AMS (Amtenaar Middlebare School), kemudian menjadi kampus Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan).

MAMUJU, SULAWESI BARAT

Tinjauan 
Mamuju adalah kota kecil yang berada di Sulawesi Barat, letaknya sangat strategis karena kawasan segitiga emas yaitu Propinsi Sulawesi Selatan-Sulawesi Tengah-Kalimantan Timur. Mamuju memiliki garis pantai terpanjang di Sulawsi Selatan, yaitu sekitar 415 Km yang tersebar di 48 desa dalam 13 wilayah kecamatan. Pemandangan pantainya akan langsung menarik perhatian dengan lautnya yang biru, ditambah teriknya matahari, seakan-akan mengajak Anda untuk segera berenang.
 Terdapat sebuah pantai indah dengan ciri khas berupa pohon cemara dan butiran pasir hitam memanjang sampai 5 km. Menyajikan untuk Anda pemandangan pantai berkilau dan hilir mudiknya perahu nelayan.  Itulah Pantai Manakarra yang  letaknya di Kota Mamuju, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat. Pantai ini adalah bagian dari Teluk Mamuju, tempat Pelabuhan Batu berada yang menjadi salah satu pusat perhubungan di Kota Mamuju. Pantai ini banyak dikunjungi pengunjung untuk tempat melepas lelah dengan menikmati indahnya pantai sambil melihat muda mudi kota Mamuju berkumpul. Pantai ini selalu ramai dikunjungi mulai dari pukul 4 sore hingga tengah malamnya.
Sementara itu di Pantai Wisata Lombang-Lombang memiliki banyak pohon bakau yang besar dan unik, menciptakan suatu pemandangan yang indah, bersih dan alami. Pada hari Minggu atau hari libur lainnya, pantai ini biasanya dipenuhi oleh wisatawan lokal yang ingin menghabiskan liburan mereka dengan menikmati panorama pantai. Pantai wisata Lombang Lombang berjarak 30 kilometer dari kota Mamuju.

Akomodasi

Penginapan seperti hotel ataupun losmen banyak tersedia di kota Mamuju sekitar 30 km dari pantai ini. Akan tetapi, sebagian pengunjung bahkan rela berkemah dengan peralatan tenda untuk tidak melewatkan indahnya sunrise di pagi hari yang sangat mengagumkan.
Direncanakan atas lahan seluas areal sekitar 12 hektar akan dibangun kawasan wisata meliputi Pelabuhan Batu hingga kawasan pelelangan ikan di Mamuju. Beragam fasilitas penunjang pariwisata dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan akan segera memperlengkapi kawasan pantai yang indah ini. Salah satunya Hotel d'Maleo di Pantai Manakarra Mamuju, kini menjadi ikon baru Sulawesi Barat. Hotel d'Maleo merupakan hotel bintang tiga plus dengan jumlah kamar sebanyak 150 kamar, dilengkapi ballroom 600 kapasitas. Meeting room sebanyak 15 ruangan dan dilengkapi fasilitas entertainment hiburan.
D'maleo hotel
Mamuju
Jl. Yos sudarso no 51
Mamuju, Sulawesi Barat

Hotel Srikandi
Jl pattalundru no.10
Mamuju, Sulawesi Barat

Berbelanja

Di kota ini Anda juga dapat mencari berbagai suvenir maupun buah segar khas kota Mamuju, yaitu jeruk manis Mamuju misalnya.

Berkeliling

Nah, ada yang unik di kota Mamuju ini. Salah satunya adalah kendaraan transportasi tradisional dalam kota yaitu becak. Uniknya bangku penumpang becak ini bila dibandingkan di kota-kota lainnya sangat sempit. Meski demikian becak mini ini adalah kendaraan yang tepat untuk Anda berkeliling.

Transportasi

Untuk menuju kota Mamuju, Anda dapat menempuh perjalanan dengan pesawat udara dari berbagai kota besar di Indonesia menuju Bandara Hasanuddin di Makassar. Dari bandara ini Anda dapat melanjutkan penerbangan menuju Bandara Mamuju atau memilih perjalanan darat dengan menyewa mobil.
Jadwal penerbangan Makassar-Mamuju tidak sering dan dalam sehari biasanya hanya melayani satu kali penerbangan. Dari kota Mamuju, Anda dapat menggunakan angkutan umum atau mobil sewaan untuk menuju Pantai Lombang-lombang dengan waktu tempuh sekitar setengah jam perjalanan.

Kuliner

Seperti halnya pantai pantai yang berada dipusat kota, di sini Anda akan disajikan beragam kudapan ringan berupa pisang, ubi, kacang  goreng, dan jenis gorengan lainnya. Tentunya juga Anda dapat cicipi minuman alami khas daerah ini. Di sepanjang pesisir pantai ini Anda akan dimanjakan dengan beragam kios atau cafe yang menjual makanan seperti nasi goreng, soto, ikan bakar, dan  minuman ringan.
Bila Anda datang di bulan Agustus dan September maka inilah masa panen durian. Anda dapat membeli durian berukuran kecil yang rasanya nikmat dengan daging tebal seharga Rp5000,00  sementara di luar bulan tersebut harganya mahal. Selain durian juga ada jeruk masih khas Mamuju.

Kegiatan

Pemandangan eksotik pantai yang dijuluki “Losarinya Makassar” sangat menawan dengan latar belakang Pulau Karampuang menciptakan  suatu pemandangan yang amat menakjubkan dan wajib Anda abadikan. Di malam hari Anda dapat melihat kilauan lampu kapal feri berwarna merah memasuki Pelabuhan Mamuju atau bertolak ke Balikpapan sambil menikmati hangatnya kopi atau segarnya buah kelapa di warung-warung sepanjang pantai.
Apabila Anda datang di bulan Agustus saat perayaan  Hari Ulang Tahun Kota Mamuju dan Kemerdekaan RI maka di sini digelar pesta bakar ikan serta lomba perahu sandeq. Hal unik yang sangat mengesankan dari lomba perahu sandeq ini adalah Anda dapat melihat bagaimana perahu tradisional yang cepat ini berpacu  dari Pantai Manakarra dan berakhir di Pantai Losari (Sulawesi Tenggara). Saat  lomba perahu sandeq, pantai ini akan sangat ramai pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.
Perahu sandeq dipacu oleh para passandeqnya, diikuti kapal pengiring yang membantu dan mengawasi pertarungan menegengkan tersebur di laut. Perairan Mamuju hingga Malunda hanya memiliki gelombang besar, hingga tiba angin besar yang ditunggu maka laju perahu pun menjadi bergantung pada kekekaran tangan para passandeq. Perjalanan sepanjang 60 kilometer itu harus dilalui dengan cara mendayung. Bagaimana letihnya mendayung di tengah gelombang besar selama berjam-jam? Hanya passandeq atau nelayan tangguh yang bisa melewati tantangan ini. Sepanjang hampir 100 km mereka menguras tenaga dan pikiran untuk mencapai garis pantai.
Lomba perahu sandeq ini bukan hanya sekedar adu ketangkasan dan kecepatan mengendalikan perahu sandeq. Namun, pendidikan kedisiplinan dan tanggung jawab pun diterapkan kepada peserta. Tak heran, jika lomba perahu sandeq dianggap lomba perahu tradisional yang dikenal terkeras di dunia. Oleh karena itulah, acaranya ini patut Anda saksikan.
Di pantai Lombang-Lombang  Anda dapat menyusuri hamparan pasir hitam halus sepanjang kurang lebih 5 km dengan lebar rata-rata 50 meter. Dengan leluasa Anda dapat melakukan berbagai aktivitas di tepi pantai, mulai dari bermain pasir, bermain voli, sepak bola, atau hanya sekedar duduk-duduk santai. Pantai ini bersih dengan ombaknya yang tak begitu besar membuat pantai ini juga cocok untuk Anda yang menyukai renang maupun menyelam (snorkeling). Namun, bagi Anda yang belum mahir berenang atau snorkeling tetap dapat memanfaatkan pernyewaan ban pelampung yang banyak disediakan di pantai ini. Anda yang ingin bermain air dan memerlukan ban pelampung dapat menyewa ke pengelola pantai seharga Rp5.000,00 per buah.

Di sini juga terdapat gazebo-gazebo yang tepat untuk menikmati indahnya deburan ombak. Gazebo ini sengaja dibangun menghadap ke laut agar Anda dapat menyaksikan pesona pesisir barat Pulau Sulawesi.  Jika Anda mengajak keluarga dan menginginkan tempat yang lebih luas maka dapat menyewa bilik balai yang terbuat dari bambu dengan atap dari rumbia seharga Rp25.000,00  Di balai yang eksotis ini bersantailah sambil menikmati ikan bakar bersama keluarga tercinta.